Detikcom ialah sebuah portal web yang berisi berita aktual dan artikel dalam jaringan di Indonesia. Detikcom merupakan salah satu situs berita terpopuler di Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya, detikcom hanya mempunyai edisi daring dan menggantungkan pendapatan dari bidang iklan. Meskipun begitu, detikcom merupakan yang terdepan dalam hal berita-berita baru (breaking news). Sejak tanggal 3 Agustus 2011, DetikCom menjadi bagian dari trans corpora.
Detikcom merupakan portal kepada situs-situs :
- detikNews
- detikFinance
- detikFood
- detikHot
- detiki-Net
- detikSport
- detikHealth
- detikShop
- detikTV
- detikSurabaya
- detikBandung
- detikforum
- blogdetik
- serta beberapa fasilitas lainnya
Dahulu tampilan detikcom yang hanya berisi berita-berita saja sekarang telah berubah menjadi iklan, banyak sekali iklan yang ada di detikcom, dan inilah sebenarnya penghasilan yang luar biasa dari perusahaan ini.
Detikcom sekarang bukan hanya saja sebagai news online saja melainkan menjadi Portal, dari mulai blogs yang dinamai blogdetik.com, forum, detiknews, detikhot dan masih buanyak lagi fasilitas yang tersedia di detikcom.
Dan Pada 3 Agustus 2011 Para Group mengakuisisi detikcom (PT Agranet Multicitra Siberkom/Agrakom) . Mulai pada tanggal itulah secara resmi detikcom berada di bawah Trans Corpora. Chairul Tanjung, pemilik Para Group membeli detikcom secara total (100 persen) dengan nilai US$60 juta atau Rp 521-540 miliar. Setelah diambilalih, maka selanjutnya jajaran direksi akan diisi oleh pihak-pihak dari Trans Corpora sebagai perpanjangan tangan Para Group di ranah media.
Komisaris Utama dijabat Jenderal (Purn) Bimantoro, mantan Kapolri, yang saat ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama Carrefour Indonesia, yang juga dimiliki Chairul Tanjung. Sebelum diakuisisi oleh Para Group, saham detikcom dimiliki oleh Agranet Tiger Investment dan Mitsui & Co. Agranet memiliki 59% saham di Detik.com, dan sisanya dimiliki oleh Tiger 39%, dan Mitsui 2%
Sejarah detik.com
Server detik..com sebenarnya sudah siap diakses pada 30 Mei 1998, namun mulai online dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Tanggal 9 Juli itu akhirnya ditetapkan sebagai hari lahir Detikcom yang didirikan Budiono Darsono (eks wartawan DeTik), Yayan Sopyan (eks wartawan DeTik), Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo), dan Didi Nugrahadi.
Semula peliputan utama detikcom terfokus pada berita politik, ekonomi,
dan teknologi informasi. Baru setelah situasi politik mulai reda dan
ekonomi mulai membaik, detikcom memutuskan untuk juga melampirkan berita
hiburan, dan olahraga.
Dari situlah kemudian tercetus keinginan
membentuk detikcom yang update-nya tidak lagi menggunakan karakteristik
media cetak yang harian, mingguan, bulanan. Yang dijual detikcom adalah
breaking news. Dengan bertumpu pada vivid description macam ini
detikcom melesat sebagai situs informasi digital paling populer di
kalangan users internet.
Perkembangan Jumlah Pengunjung
Pada
Juli 1998 situs detikcom per harinya menerima 30.000 hits (ukuran
jumlah pengunjung ke sebuah situs) dengan sekitar 2.500 user (pelanggan
Internet). Sembilan bulan kemudian, Maret 1999, hits per harinya naik
tujuh kali lipat, tepatnya rata-rata 214.000 hits per hari atau
6.420.000 hits per bulan dengan 32.000 user. Pada bulan Juni 1999, angka
itu naik lagi menjadi 536.000 hits per hari dengan user mencapai
40.000. Terakhir, hits detikcom mencapai 2,5 juta lebih per harinya.
Selain
perhitungan hits, detikcom masih memiliki alat ukur lainnya yang sampai
sejauh ini disepakati sebagai ukuran yang mendekati seberapa besar
potensi yang dimiliki sebuah situs. Ukuran itu adalah page view (jumlah
halaman yang diakses). Page view detikcom sekarang mencapai 3 juta per
harinya. sekarang detik..com menempati posisi ke empat tetinggi dari
alexa.com untuk seluruh kontent di Indonesia.
DETIK adalah salah
satu pelopor media massa yang menggunakan basis internet sebagai alat
pemberitaannya. Di awal kemunculannya, media ini dianggap cukup berani
melakukan inovasi. Sebab, ketika muncul di tahun 1999, teknologi
internet masih menjadi sesuatu yang dianggap langka dan mahal. Sehingga,
banyak yang memprediksikan bahwa media ini tidak akan mampu bertahan
lama dan mati seperti kelahiran sebelumnya.
Kisah awal media
Detik ini menjadikan internet sebagai basis pemberitaan, berawal dari
kisah pahit yang dialaminya. Ketika pada masa Orde Baru, media ini
muncul dalam format sebagai majalah mingguan yang mengupas masalah
politik sebagai pokok bahasan. Namun, kekuatan Orde Baru yang sangat
ketat mengawasi pemberitaan media massa, memaksa majalah tersebut
menyudahi kiprahnya untuk terbit dalam format majalah.
Hal ini
karena Detik dianggap terlalu keras dalam pemberitaannya yang dianggap
menyerang penguasa saat itu. Sehingga, dengan keputusan Menteri
Penerangan saat itu, majalah Detik bersama Tempo dan Forum harus dicabut
surat Ijin Usaha Penerbitan yang merupakan surat ijin usaha media
massa.
Kisah detik..com
Ketika Tempo bisa kembali
terbit sebagai majalah, manajemen Detik mencoba membuat terobosan baru
yang dinilai aman saat itu. Pilihan untuk menjadi sebuah media massa
berbasis internet pun dipilih. Dan nama Detik tetap dipertahankan, dan
menjadi sebuah brand yang cukup melekat di benak masyarakat.
Akibatnya,
nama detik..com pun berulang kali terpilih sebagai top brand untuk
kategori media massa online atas survey yang dilakukan berbagai lembaga
penelitian. Hal ini karena posisi detik..com, sebagai media online
pertama yang muncul di Indonesia.
Selain karena sebagai pelopor
media online, detik.com dianggap memiliki kelebihan sebagai media
online. Beberapa kelebihan detik.com di antaranya adalah :
1.
Informasi yang cepat dalam menyampaikan informasi yang didapat dari
masyarakat. Dalam hal ini update informasi dilakukan selama 24 jam.
2. Berita yang dimuat, ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
3. Mudah mengaksesnya, dan bisa dinikmati dengan berbagai macam perangkat tekhnologi baik komputer maupun telepon genggam.
4.
Memungkinkan interaksi pembaca melalui fasilitas forum pembaca.
Sehingga masing-masing pembaca bisa saling berdiskusi atas sebuah topik.
5. Didukung oleh wartawan wartawan yang memiliki tingkat profesionalisme tinggi sehingga mampu menyuguhkan berita yang bermutu.
SEO dan GTmetrix Detik.com
Meskipun
memiliki SEO score yang rendah, tetapi detik.com sudah mempunyai nama
besar. Mungkin Detik.com sudah mendapatkan space iklan yang terlalu
banyak, sehingga score yang didapatkan pun cukup rendah.
Dalam
GTmetrix Page load time yang didapatkan oleh detik.com adalah 5,36
detik. Dalam waktu seperti itu mungkin terbilang cukup lama. Google
menyarankan untuk website maksimal kecepatannya adalah empat detik.